Photobucket

Wednesday, February 29, 2012

DIALOG KOMENTATOR YANG DI SENSOR - Indonesia vs Bahrain

 Cekiprot gan langsung aja disimak komentar Indo Vs bahrain yang tidak dipublikasikan :D

Komentator 1: apa prediksi anda di babak pertama, Bung?
Komentator 2: saya memprediksi babak pertama akan berjalan selama 45 menit, Bung!

komentator1: Itu pelatih kita Aji Santoso serius banget nulis2, pasti strategi baru ya bung?
Komentator2: oo...bukan bung, itu TTS.

Komentator 1 : lihat itu bung President kita, SBY pun hadir
komentator 2 : doi terlihat seperti ayahnya Nobita ya bung

Komentator 1 : Terjadi pertarungan di lini tengah, bung.
Komentator2: Pisahkan, bung! Malu-maluin berantem di lapangan bola.

Komentator 1: Kembali Bahrain membangun serangan, bung.
Komentator2: Saya sih lebih pengen mambangun rumah tangga, bung.

komentator1: Yaakk..ferdinand sedang mengutak- atik pertahanan Bahrain, umpan langsung ke
irfan..Iyaak.. Jennifer kurniawan, Bung.. :
*akibat kameramen

Komentat0r 1: hei bung.. Sepertinya pemain kita banyak yg cidera di lapangan..
Komentat0r 2: tidak apa2 bung cidera dilapangan, asal jangan cipokan di lapangan..
*hening, saling tatap

komentator1: gimana menurut Bung penampilan Irfan Haarys Bachdim?
Komentator2: Ya Awooooh,,,,,mas irfan tu macho ya...apalagi dg dadanya yg bidang itu. s
Komentator1: *nelen Bola

komentator: irfan & Ferdinand tampaknya sering salah pengertian ya Bung
Komentator2: Karna kalo mereka saling pengertian, pasti udah jadian Bung.

komentator1: Keputusan yg kurang tepat untuk adu sprint dgn pemain Bahrain Bung.
Komentator2: Betul Bung, apalagi kalau adu ganteng.

Komentator 1: BUNG BOLANYA BUNG!
Komentator 2: kenapa bolanya?
Komentator 1: BOLA SITU KELIATAN! TUTUP DULU RESLETINGNYA

komentator1: bola melambung tinggi, Bung!
Komentator2: Benar sekali, Bung! Kira2 setinggi jambulnya ibu ani, Bung!

komentator1: Ferdinand sinaga.. masih Ferdinand! masih Ferdinand sinaga ternyata bung!!
Komentator2: terus giliran akunya kapan, Bung?

komentator1: ADDUUHH, BUNG!
Komentator2: Ada apa Bung?
Komentator1: Saya lupa angkat jemuran, istri bisa marah nih Bung.

komentator1: bahrain cukup merepotkan lini pertahanan kita bung
Komentator2: yaa.. asal jgn ngerepotin keluarga kita aja ya bung..

komentator1: Itu ngapain pemain belakang kita menggali tanah di daerah pertahanan?
Komentator2: Sedang memasang jebakan offside bung

komentator1: Sayang bolanya terlalu tajam Bung!
Komentator2: SIAPA YANG GANTI BOLANYA SAMA PISO?! JAHAT BET!

komentator1: Di sana ada Omar bung!
Komentator2: tidak apa-apa bung, yang penting di sini ada kamu bung!

*nunjuk ke arah jantung*

komentator1: Bung, sprtinya indonesia harus mengawal ketat pergerakan bahrain
Komentator2: kaya kolor aja bung, ketat..
Komentator1: BUNG!! *saling tatap*

KOMENTAT0R 1: hei bung, babak pertama telah usai, apa yg anda katakan??
K0MENTAT0R 2: saya hanya ingin nyolok pantat nya ts, Karena di terlalu banyak ngoceh disini.. gak tau org lg berduka             

komentator1: Beruntung kita gagal mencuri poin di Iran Bung.
Komentator2: Lah, kenapa?
Komentator1: Di sana kalo mencuri, potong tangan. Serem...

komentator1: Bung, sebelum babak ke 2 dimulai , saya mau tanya, apa anda optimis?
Komentator2: bukan bung, saya komentator!

Komentator 1: Aaaak.... sayang sekali, Bung!
Komentator 2: iya Bung, aku juga sayang sekali...sama kamu

komentator 1 : Nampaknya Slamet Nurcahyono akan dimainkan Bung malam ini.
Komentator2: JANGAN MAU!! Jadi cowo kok mau2nya dimainkan! Harga diri!

Komentator 1: wogh..!! Bolanya dipegang Bung, tapi wasit tidak menyatakan hand ball
Komentator 2: ITU KIPER BUNG!!

Komentator 1: M. Ridwan di sayap kiri, Bung!
Komentator 2: iya Bung, kalo di sayap kanan namanya M. Nandwan

Komentator 1: kira-kira apa kelebihan para pemain Bahrain Bung?
Komentator 2: Tentu saja mereka jago bahasa Arab Bung

Komentator 1: "Serangan dari Abdulah Omar berhasil dipatahkan Bung.."
Komentator 2: "Untung bukan hatinya yah Bung.. Bisa galau dia.."

Komentat0r 1: Aduuh bung, indonesia kebobolan lagi gawang nya..
K0mentat0r 2: daripada keb0bolan ATM bung..

komentator1: gw sedih Bung ternyata Indonesia kalah lagi..
Komentator2: jgn sedih Bung..kan ada aquh di sini...*saling tatap

#kemudianhening..heningbanget

BUNG BANGUN, BUNG!

males ahh bung, nonton TIMNAS. Christian Ronaldo gak main sih   

Sumber : Kaskus

Sejarah Charlie chaplin

Ane yakin agan-agan dari tadi pasti ada ngeliat-liat thread tentang Charlie Chaplin kan? Ini ane share kata-kata yang pernah diucapkan sang legenda komedi dunia, dialah Charlie Chaplin. Ya, beberapa agan-agan pasti tahu kalo hari ini adalah ulang tahun ke-122nya.

Kalo agan-agan pernah nonton SPONTAN di SCTV waktu jaman kita kecil dulu pasti ingat dengan yang namanya Den Bagus. Ya dialah Charlie Chaplin versi Indonesia.

Berikut semua tentang Charlie Chaplin :
























*Sejarahnya :


Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – meninggal di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun), atau Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.

Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.

Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter "The Tramp", seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.

*Perintis dunia sinema :

 Film-film awal Chaplin diproduksi pada tahun 1914 di Keystone Studios yang merupakan tempat Chaplin belajar teknik pembuatan film, sekaligus mengembangkan karakter Tramp. Chaplin pertama kali memperkenalkan karakter Tramp kepada publik melalui film keduanya, Kid Auto Races at Venice (diedarkan 7 Februari 1914) dan film ketiganya Mabel's Strange Predicament (9 Januari 1914).

Di akhir kontrak dengan Keystone, Chaplin sudah bisa menyutradarai dan menyunting sendiri film-film pendek yang dibuatnya. Film-film tersebut ternyata sukses besar. Di tahun 1915, Chaplin menyetujui kontrak satu tahun dengan studio Essanay. Setelah itu, kontrak bernilai besar untuk selusin film komedi tipe dua reel disepakati Chaplin dengan studio Mutual Film di tahun 1916. Studio memberinya kebebasan artistik yang nyaris tanpa batas. Dalam dalam jangka waktu 18 bulan, Chaplin berhasil menyelesaikan 12 judul film. Film-film ini nantinya berhasil menjadi film komedi klasik dan tetap masih bisa menghibur hingga sekarang. Di kemudian hari, Chaplin mengenang masa bersama studio Mutual sebagai periode paling membahagiakan dalam kariernya.

Setelah kontrak dengan studio Mutual habis di tahun 1917, Chaplin menandatangani kontrak produksi 8 film tipe dua reel dengan studio First National. Selain pembiayaan dan distribusi film-film (1918-1923) yang ditanggung studio First National, kebebasan artistik seluruhnya berada di tangan Chaplin. Dengan kebebasan berkreasi ada di tangan, Chaplin membangun studio Hollywood sendiri. Pada periode ini tercipta film-film Chaplin yang tak lekang dimakan waktu, dan masih bisa dijadikan panutan bagi pembuat film yang lain. Film-film yang diproduksi Chaplin bersama First National berupa film komedi dengan masa putar singkat, misalnya: A Dog's Life (1918) dan Pay Day (1922), ditambah film dengan masa putar lebih panjang, misalnya: Shoulder Arms (1918), dan The Pilgrim (1923). Film Chaplin asal periode ini dengan masa putar standar dan berhasil menjadi klasik adalah The Kid (1921).

Di tahun 1919, Chaplin mendirikan distributor film United Artists bersama-sama Mary Pickford, Douglas Fairbanks, dan D. W. Griffith. Mereka berempat berusaha melepaskan diri dari sistem monopoli yang dipegang distributor film dan pemilik modal di Hollywood. Usaha ini berhasil, dan kemandirian Chaplin sebagai pembuat film tetap terjamin berkat adanya kendali penuh atas film yang diproduksi di studio milik sendiri. Nama Chaplin terus tercatat sebagai anggota dewan direktur UA hingga di awal tahun 1950-an.
Seluruh film Chaplin yang diedarkan United Artists bermasa putar standar, dimulai dari A Woman of Paris (1923), diikuti film The Gold Rush (1925) yang nantinya menjadi klasik, dan diakhiri dengan The Circus (1928).

Film-film bisu yang hingga sekarang dianggap sebagai karya terbesarnya, City Lights (1931) dan Modern Times (1936) justru dibuat Chaplin ketika dunia sinema sudah mengenal film bersuara. Di kedua film tersebut, Chaplin mengerjakan sendiri efek suara dan ilustrasi musik. Film City Lights mungkin berisi keseimbangan sempurna antara komedi dan sentimentalitas ala Chaplin. Adegan terakhir film City Lights dipuji kritikus James Agee yang berkomentar di majalah Life tahun 1949 sebagai: "sepotong akting paling hebat yang pernah direkam seluloid".
Film bersuara karya Chaplin yang dibuat di Hollywood adalah: The Great Dictator (1940), Monsieur Verdoux (1947), dan Limelight (1952).

Walaupun pembuat film lain sudah beralih pada film bersuara, Chaplin bertahan untuk tidak ikut-ikutan. Film bersuara sudah dikenal sejak tahun 1927, tapi Chaplin terus bertahan dengan film-film bisu selama dekade 1930-an. Film Modern Times (1936) adalah film bisu, tapi memperdengarkan dialog yang keluar dari benda-benda mati, seperti radio atau pesawat televisi. Chaplin memang sengaja membuatnya seperti itu untuk membantu penonton film di tahun 1930-an yang tidak lagi terbiasa melihat film bisu. Film Modern Times sekaligus film pertama yang memperdengarkan suara Chaplin (pada lagu yang dipasang di akhir film). Walaupun demikian, film ini masih dianggap film bisu oleh sebagian penonton, sekaligus akhir dari era film bisu karya Chaplin.

Chaplin dikenal sebagai artis serba bisa, koreografi film Limelight (1952) dikerjakannya sendiri, begitu pula lagu latar film The Circus (1928). Lagu berjudul "Smile" merupakan ciptaan Chaplin yang paling terkenal di antara semua lagu yang pernah ditulisnya. Ditulis untuk film "Modern Times", lagu "Smile" diberi tambahan lirik untuk dinyanyikan Nat King Cole sewaktu ingin diedarkan kembali di tahun 1950-an. Lagu "This Is My Song" dari film terakhir Chaplin, "A Countess From Hong Kong" berhasil menjadi hit dalam berbagai bahasa di tahun 1960-an (terutama versi Petula Clark). Film Limelight berisi lagu tema berjudul "Eternally" yang berhasil menjadi hit di tahun 1950-an.

Sumber=>Kaskus

#Terimakasih untuk agan dan sista yang sudah mampir!!